Semangat SM3T Dorong Kemajuan Pendidikan di Daerah

Semangat SM3T Dorong Kemajuan Pendidikan di Daerah

422
0
BERBAGI

 

SULA (M.Sindoraya) – Program Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T) merupakan program dimana para tenaga guru dikirim ke berbagai pelosok daerah yang tersebar di Indonesia. Program ini tidak hanya mengajar dan mendidik, tetapi juga mendorong kemajuan sekolah di tempat pengabdian para tenaga SM3T.

Tenaga SM3T yang terdiri dari ratusan guru diperuntuhkan di berbagai pelosok daerah yang ada di Indonesia, salah satunya Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut). Sebanya 53 tenaga SM3T yang ditugaskan di Babupaten Kepsul sejak September 2016, hingga Juni 2017 memberi dampak positif bagi anak didik dan masyarakat Sula pada umumnya.

 

Selain mengajar dan mendidik, sebelum ataupun sesudah memasuki bulan suci ramadhan, para guru SM3T yang rata-rata berasal dari pulau Jawa itu sudah merancang berbagai program dan terlaksana dengan baik. Diantaranya, dalam rangka memeriahkan bulan suci ramadhan sekaligus mengemban amanat maju bersama, mencerdaskan Indonesia melalui kegiatan pendidikan maupun kemasyarakatan. Sejumlah 53 guru SM3T angkatan ke VI yang bertugas di Kabupaten Kepsul, mengadakan Parade Perayaan Ramadhan Kabupaten Kepsul 1438 H (PAPEDA SUA) yang bertajuk “Ramadhan Indah Sula Meraih berkah.”

Acara tersebut diadakan minggu, 18 Juni 2017  yang dikemas dalam Festival anak sholeh (FAS) dengan melibatkan 265 peserta, dan berlokasi di SMA Negeri 1 Sanana. FAS sendiri berisi berbagai lomba dengan potensi keagamaan, yakni lomba mewarnai, pemilihan dai cilik, tartil qur’an, dan lomba adzan.

Pada acara penutupan Papeda Sua yang dipusatkan di Istana Daerah (Isda) Kabupaten Sula, Rabu (21/6/2017) lalu, sekaligus pembagian hadiah pemenang FAS. Selain itu juga, dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim oleh guru SM3T bersama Bupati, serta jajaran SKPD. Diketahui, santunan anak yatim ini dilakukan dengan pengumpulan donasi, atau santunan selama 3 minggu yang diberikan kepada 150 anak yatim dalam bentuk wakaf alquran dan bantuan biaya pendidikan.

PAPEDA SUA merupakan program kerja ke tiga  yang diadakan di Kabupaten Kepsul, sebelumnya SM3T Kabupaten Kepsul telah mengadakan program Sula Sehat Sula Semangat (Susu Anget), berupa senam pagi, outbond anak-anak, pelatihan penjernihan air, seminar pelestarian terumbu karang dan kebersihan lingkungan. Program Susu Anget dilaksanakan di desa Bega, pada Maret 2017 laku. Pada  29 april 2017 lalu, SM3T juga mengadakan sosialisasi dampat negatif NAPZA, dan di ikuti  pelajar di tiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Kepsul.

Dengan adanya program kerja tersebut, diharapkan seluruh peserta SM3T VI Kabupaten Kepsul terus berupaya, dan turut serta memajukan potensi dalam bidang pendidikan, kemasyarakatan, khususnya di Kabupaten Kepsul.

“Semoga ke depan akan ada kegiatan seperti ini, bahkan lebih besar lagi. Juga, untuk adik- adik guru SM3T saya mengucapkan banyak terima kasih karena telah memberikan banyak kontribusi untuk kemajuan anak-anak di Kabupaten Kepsul, terutama di bidang sosial kemasyarakatan, meskipun disela-sela kesibukannya memenuhi kewajiban mendidik anak-anak di sekolah selama hampir satu tahun ini.” kata Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Hendrata Thes, dalam sambutannya.

Selain itu juga, Bupati Kepsul saat dikonfirmasi mediasindoraya.com, Jumat (30/6/2017) menuturkan, kehadiran tenaga SM3T di Sula sabgat memberi motifasi yang baik bagi anak didik dan masyarakat. “Ini program pemerintah yang sangat luar biasa, dan sangat membantu kita di daerah,” tandasnya.

Bahkan, lanjut Hendrata, dengan adanya program baru seperti guru garis depan dan Indonesia mengajar juga merupakan program pemerintah yang sangat membantu. “Ini program presiden Jokowi yang sangat luar biasa, dan kita harus aktif, tidak boleh pasif,” ujarnya.

Hendarata juga berharap, dengan program guru garis depan dan Indonesia mengajar, para guru bisa kerjasama dalam memajukan pendidikan di Sula. “Bila perlu semangat tenaga SM3T ini tetap ada, meski nanti mereka sudah kembali ke daerahnya masing-masing, atau programnya mau diganti seperti apapun, semangat SM3T ini harus tetap ada,” pintanya.

(smr)

LEAVE A REPLY