Aklamasi, Mantan Pangdam V/Brawijaya Terpilih Pimpin FORKI Jatim

Aklamasi, Mantan Pangdam V/Brawijaya Terpilih Pimpin FORKI Jatim

161
0
BERBAGI

Surabaya (M.Sindoraya) – Musyawarah Provinsi FORKI Jatim 2017 terkait dengan pemilihan ketua umum berlangsung dengan suasana sedikit memanas, karena banyak interupsi dan perdebatan. Perdebatan dimulai saat perwakilan dari KONI Jatim menyebutkan Ketua Cabor tidak diperbolehkan merangkap jabatan di Cabor lain supaya lebih fokus dalam mengelola Cabornya, dan hal tersebut secara tidak langsung menggugurkan salah satu kandidat yang membuat kecewa pendukungnya. Meski sempat terjadi perdebatan terkait pemilihan ketua umum FORKI Jatim 2017, namun dengan kebesaran hati dan sikap persaudaraan dapat diselesaikan melalui voting.

BACA JUGA :

http://www.mediasindoraya.com/2017/07/09/musprov-forki-jatim-2017-penentuan-nahkoda-empat-tahun-kedepan/

Sesuai dengan surat keputusan no. 06/musprov/FORKI-JTM/VII/2017 bahwa bersama habisnya Masa bakti Drs. Totok Lusida, Apt sebagai ketua umum Federasi Olah Raga Karate-do Indonesia (FORKI) Jatim 2012 – 2017, maka hari ini FORKI Jatim menggelar Musyawarah Provinsi Jatim 2017, Minggu, 9 Juli 2017, dengan agenda pembahasan program kedepan, mendengar laporan ketum FORKI periode 2012-2016 dan pemilihan ketua umum FORKI periode 2017-2021.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Pimpinan Sidang Ketua : Syarullah dari perguruan Inkai, Wakil : J. Koento, Sekretaris : Gasman Gazali FORKI Surabaya, Anggota :  Samuel Teguh Santoso dari Kyokusinkai PMK dan Alwi Husin dari FORKI Situbondo akhirnya menetapkan Mayjen TNI Purn. I Made Sukadana sebagai Ketua Umum periode 2017-2021 terpilih secara aklamasi menyusul pengunduran diri dari Ir. H. Bambang Haryo Soekartono dari ajang pemilihan.

Dalam sambutan perdananya, ketua umum FORKI Jatim terpilih periode 2017-2021, Mayjen TNI Pur. I Made Sukadana mengajak semua bersatu kembali. Apabila tadi ada yang tidak setuju dengan keterpilihan dirinya, saat ini dia mengajak semua secara maksimal mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan dalam anggaran dasar, utamanya untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat rohani dan jasmani, membina persatuan dan memperkokoh kesatuan dalam rangka ketahanan Nasional. Karena pentingnya pembinaan kecintaan dalam organisasi dan kecintaan pada negara.

I Made juga menambahkan betapa pentingnya mempertahankan tradisi sebelum latihan dengan melakukan penghormatan terhadap bendera Lembaga dan bendera merah putih sebagai bentuk kecintaan terhadap lembaga dan negara, karena hal itu akan membentuk mental para atlit dalam suatu pertandingan dan seiring dengan upaya pemerintah dalam rangka pembinaan ideologi Pancasila.

Sekali lagi dia berharap karena kita menganut demokrasi Pancasila, dan dirinya sudah terpilih secara musyawarah mufakat, maka saya mengajak semua untuk pengurus dan pelatih dapat bekerjasama dengan baik dalam upaya memajukan organisasi ini.

(nawi)

LEAVE A REPLY