Opster Kodim 1508/Tobelo Libatkan Masyarakat

Opster Kodim 1508/Tobelo Libatkan Masyarakat

124
0
BERBAGI

 

TOBELO (M.sindoraya) – Kodim 1508/Tobelo sudah tiga minggu ini intens menggelar Operasi Teritorial (Opster) dengan melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan seluruh lapisan masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan fisik.

Dandim 1508/Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut), Letkol Arh Herwin Budi Saputra, Minggu (30/7) kemarin kepada mediasindoraya .com menyampaikan, opster ini tidak terlepas dari kerjasama masyarakat bersama dengan TNI dalam pelaksanaan program fisik, walaupun pelaksanaannya baru hampir 3 minggu.

“Sejauh ini, sebagian desa yang melaksanakan opster perkembangannya sampai saat ini sudah cukup signifikan,” jelas Dandim.

Namun, dalam pelaksanaan opster sendiri dibagi menjadi 4 kriteria sektor, diantaranya sektor 1 (Satu) berada di Desa Kupa-kupa,  dengan satatus pembuatan jalan sirtu panjang 1 km sudah mencapai 40 persen, dan rehab Drainase sepanjang 75 meter sudah 95 persen, serta pembuatan Deker 1 unit juga telah mencapai 45 persen.

Sementara Dusun Rango-rango, pembuatan drainase panjang 150 meter sudah 65 persen, pembuatan Deker  unit sepanjang 8 meter sudah capai 30 persen.

Untuj sektor 2 sendiri, meliputi Desa Soakonora dengan pembuatan jalan sirtu sepanjang 1 km sudah 60 persen, Desa Toweka dengan pembuatan jalan alternatif desa sepanjang 400 meter sudah 60 persen. Desa Salube, pengecoran lantai jembatan 16 x 3 meter sudah 59 persen, rehab jalan Desa panjang 80 meter sudah 45 persen, pembuatan pos kamling sudah 41 persen.

Desa Jikolamo, pembuatan jln menuju pantai 175 meter sudah 40 persen, pemeliharaan air bersih sudah 39 persen, rehab jalan desa 100 meter sudah 50 persen, pembuatan MCK 1 unit sudah 32 persen. Desa Dorume, pembuatan jalan setapak 2 x 34 meter sudah 60 persen, pembuatan drainase panjang 150 meter sudah 59 persen.

Sektor 3 diantaranya, Desa Makarti, pembuatan talud penahan longsor 200 meter sudah 57 persen, pembuatan MCK 1 unit sudah 20 persen.

Sektor 4 diantaranya, Desa Ngofakiaha, pembuatan saluran air panjang 200 meter sudah 24 persen. Selanjutnya, di Desa Soma pembuatan saluran air panjang 400 meter sudah 24 persen, pembuatan deker sudah 5 persen, begitu pula dengan pembuatan drainase panjang 400 meter di desa Bobawa sudah 46 persen.

Akan tetapi, lanjut Dandim, ada dua desa yang kegiatan fisik belum berjalan, diantaranya Desa Fitako yang masih terkendala karena Dana Desa tahap II belum cair, sedangkan Desa Wawongira masih terkendala akses jalan/jembatan yang rusak sehingga belum bisa dilewati dan masih dalam tahap perbaikan sehingga kegiatan fisik belum bisa berjalan.

Dandim menambahkan, opster sejauh ini berjalan lancar dan kerja sama masyarakat bersama TNI sudah cukup bagus dalam pembangunan fisiknya. “Tetap kita targetkan pada September mendatang semuanya sudah harus rampung,” pungkas Dandim.

(jmr)

LEAVE A REPLY