Pesan Mendagri pada Mahasiswa Baru Unesa

Pesan Mendagri pada Mahasiswa Baru Unesa

59
0
BERBAGI
????????????????????????????????????
.
.
.

 

Surabaya (M.Sindoraya) – Penutupan Pekan Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (PPKMB) Universitas Negeri Surabaya tahun ini berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh bangsa. Tak kurang Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri, Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, serta Irjen Mahfud Arifin, Kapolda Jatim hadir dalam dalam jalan sehat dan orasi ilmiah dalam rangka penutupan PPKMB di Kampus Lidah Wetan minggu (20/8).

Dalam petikan sambutannya, dengan mengutip ungkapan Ir. Soekarno, Presiden pertama sekaligus Proklamator, Tjahjo Kumolo meminta mahasiswa untuk memiliki imajinasi dan mimpi, mengorganisirnya dalam sebuah konsepsi, serta memiliki keberanian untuk mewujudkannya.

“Mahasiswa jangan sekadar belajar tetapi sejak awal harus punya imajinasi, punya mimpi besar. Selanjutnya persiapkan konsepsi sesuai bidang keilmuan anda dan berdiskusi, berkomunikasi dengan orang lain”, terangnya

Selanjutnya, Mendagri tak lupa berpesan pada mahasiswa baru untuk senantiasa berhati-hati pada berbagai tantangan. Ia menggaris bawahi dua hal terbesar, yaitu narkoba dan radikalisme-terorisme. Pertama, Menteri Tjahjo meminta segenap sivitas akademika untuk waspada pada ancaman peredaran narkoba.

“Jaga supaya narkoba tidak masuk perguruan tinggi. Mari nama baik kampus selalu kita pelihara. Saya berharap Unesa menjadi benteng dalam menangkal bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini”, tuturnya.

Tantangan kedua yang tak kalah serius ialah radikalisme-terorisme. Menurutnya, sudah bukan waktunya mempermasalahkan perbedaan. Kita bisa berdiri tegak sebagai bangsa karena keberadaan berbagai suku, ras, dan agama. Untuk itu, Menteri sekali lagi menegaskan pada mahasiswa baru untuk cermat dalam bergaul, tahu siapa kawan dan lingkungan.

“Mahasiswa harus berkomunikasi dengan berbagai budaya. Jadilah yang terdepan dan sampaikan pada masyarakat bahwa Bangsa kita besar karena mengamalkan Pancasila, menjunjung tinggi UUD 45, serta mempertahankan NKRI. Siapa yang ingin mengubah Pancasila adalah musuh kita bersama, “jelasnya dengan tegas dan diikuti tepuk tangan mahasiswa baru.

Setelah kedua tantangan tersebut, Mendagri juga meminta pada mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam perjuangan melawan praktik korupsi dan ketimpangan sosial.

“Saya berharap mahasiswa dapat membantu mendukung proses pembangunan. Misalnya melalui KKN, mahasiswa bisa mendarmabaktikan dirinya untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup warga”, terangnya.

Keberpihakan pada Pancasila ditegaskan oleh Soekarwo, Gubernur Jawa Timur. Ia meminta kampus keberadaan kampus sebagai tempat menuntut ilmu harus dijadikan pula sebagai tempat mengkaji secara ilmiah proses-proses kultural, konstitusional dan politik. Jangan sampai keberadaan kampus justru disalahgunakan sebagai tempat berkembangnya paham-paham yang bertentangan dengan ketiga proses itu.

“Proses kultural, politik dan konstitusional bangsa ini sudah dibangun sejak lama. Proses kultural dimulai Tahun 1908 saat Boedi Utomo, proses politik dimulai Tahun 1928 saat sumpah pemuda, serta proses konstitusional pada Tanggal 18 Agustus 1945 saat ditetapkannya konstitusi melalui UUD. Di luar ketiga kesepakatan itu, segala bentuk penyelewengan tidak dibenarkan. Di Negara manapun kalau sudah sudah konstitusional, maka segala paham di luar itu tidak dibolehkan”, terang Pakde Karwo

Melengkapi Mendagri dan Gubernur, Irjenpol Machfud Arifin, Kapolda Jatim, turut berpesan pada mahasiswa baru Unesa. Ia memuji kampus eks IKIP Surabaya sebagai kampus kebhinekaan dengan keberadaan mahasiswa dari Aceh sampai Papua. Kepada mahasiswa yang datang dari luar Surabaya, Kapolda berpesan untuk waspada pada hal-hal baru yang bisa mengganggu kenyamanan belajar.

“Pada adik-adik mahasiswa berhati-hatilah pada kehidupan-kehidupan baru yang menyimpang, yang dapat mengganggu proses belajar kalian. Sebagai kota terbesar nomor dua di Indonesia, banyak hal-hal yang harus diperhatikan dan diwaspadai, seperti narkoba. Belajarlah yang sungguh-sungguh sehingga kelak anda dapat membangun, memajukan Indonesia”, ujarnya

????????????????????????????????????

Setelah melepas peserta jalan sehat, mendagri bersama Gubernur, Kapolda, serta Segenap Wakil Rektor Unesa berjalan menuju garis finis di Gedung Olahraga Bima. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 5000 diakhiri dengan pentas seni dan inagurasi.

(humas unesa/nawi)

 

 

LEAVE A REPLY