Gelar Asistensi, Bekraf Ajarkan Pelaku UKM Buat Laporan Keuangan

Gelar Asistensi, Bekraf Ajarkan Pelaku UKM Buat Laporan Keuangan

47
0
BERBAGI
.
.
.

Surabaya (M.Sindoraya) – Mendirikan usaha bukan hanya perlu memikirkan peluang kedepannya, akan tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah management yang bagus khususnya dalam hal laporan keuangan.

Hari ini, Selasa (22/8), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan kembali asistensi pembuatan laporan keuangan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kreatif di Surabaya.

Bertempat di Aula Kantor Direktorat Jendral Pajak, Bekraf memberikan bimbingan kepada 100 pelaku UKM Kreatif Kota Surabaya dan sekitarnya untuk mengetahui dan meiaksanakan pencatatan keuangan serta membuat laporan keuangan dengan aplikasi akuntansi sederhana.

Dalam acara ini, dihadirkan ibu Arzeti Bilbina Setyawan anggota komisi X DPR-RI sebagai Keynot speaker, dan nara sumber lain Achmad Ghozali praktisi keuangan Syariah, Khusaini bersama Andry Rachmadany, dan Setyo Hadi Joko Nugroho trainer aplikasi akutansi UKM Money Manager.

Sebagai Keynote speaker, Anggota Komisi X DPR RI Arzeti Bilbina Setyawan menjelaskan peran DPR RI pada ekonomi kreatif indonesia.

Turut hadir dan memberikan sambutan Estu Budiyanto Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I, dan Restog K. Kusuma Direktur akses perbankkan.

Dalam sambutannya, Restog menegaskan bahwa Pelaku UKM Kreatif dapat mengembangkan usaha mereka dengan mengakses pembiayaan perbankan. Maka dari itu BeKraf berkeinginan membimbing pelaku UMK untuk membuat laporan keuangan dengan aplikasi akuntansi sederhana sebagai history record keuangan usaha sehingga peiuang mereka lebih besar untuk mendapatkan pembiayaan perbankan.

“Bekraf mendatangkan praktisi keuangan syariah dan perbankan syariah supaya pelaku UKM kreatif tahu model pembiayaan syariah, pembiayaan syariah yang ditawarkan perbankan. dan persyaratan untuk mendapatkannya. Trainer aplikasi akuntansi juga kami hadirkan agar pelaku UKM Kreatif memaksimalkan aplikasi android pada smartphone untuk membuat pembukuan keuangan mereka dimanapun mereka berada,” tambah Restog.

Asistensi ini, masih kata Restog, bertujuan memberi pemahaman pembiayaan perbankan syariah yang bisa diakses pelaku UKM Kreatif untuk ekspansi usaha, memotivasi pelaku UKM Kreatif untuk mengembangkan usaha, dan mengajarkan pembuatan laporan keuangan dengan aplikasi akuntansi.

Pada kesempatan tersebut, Khusnaini, trainer aplikasi akuntansi UKM Money Manager, mengajarkan pembukuan dengan aplikasi android pada smartphone. Aplikasi ini mudah diperoleh pada google playstore dan digunakan pada smartphone. Ia mengajarkan membuat laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi umum.

Menurut Khusnaini, laporan keuangan bukan hanya bisa digunakan untuk meiengkapi persyaratan mengakses pembiayaan perbankan, tetapi juga evaluasi usaha untuk menentukan keputusan tepat pada usaha mereka.

(nawi)

 

LEAVE A REPLY