Terkait G20, FISIP Unair Gandeng Kemenlu gelar Sarasehan

Terkait G20, FISIP Unair Gandeng Kemenlu gelar Sarasehan

48
0
BERBAGI
.
.
.

 

Surabaya, (M.Sindoraya) — Departemen Hubungan Internasional FISIP UNAIR menggandeng Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk mengadakan sarasehan dengan tajuk “Optimalisasi Pembangunan Daerah melalui Diplomasi Ekonomi Indonesia pada Forum G20”. Bertempat di Aula Soetandyo FISIP UNAIR, (Jumat, 25/8), acara dimulai pukul 09.45 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa jurusan HI dari UNAIR, UPN Veteran Jawa Timur maupun UINSA. Sarasehan dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi pemerintahan serta akademisi yang sekaligus menjadi pembicara seperti Muhsin Syihab, selaku Direktur Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup (PELH) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Wawan Windarto selaku Kabid Kesra dan Aparatur Bappeko Surabaya, serta Joko Susanto dan Airlangga Pribadi Kusman, selaku akademisi UNAIR.

Sarasehan dibuka dengan sambutan dari Direktur PELH, Muhsin Syihab dan sambutan selamat datang dari Dekan FISIP UNAIR, Falih Suaedi. Selanjutnya, dilanjutkan dengan pemaparan para pembicara mengenai analisanya masing-masing terkait peran Indonesia dalam G20, khususnya dalam hal diplomasi ekonomi, yang dimoderatori oleh Asianto Sinambela selaku mantan Konsul Jenderal RI di San Fransisco. Pembicara pertama, Muhsin Syihab menyampaikan tentang ” Optimalisasi Pembangunan Daerah melalui Diplomasi Ekonomi Indonesia pada Forum G20”. Pembicara kedua, Wawan Windarto menyampaikan tentang “Peran Kerjasama Internasional Bagi Pembangunan KotaSurabaya yang Inklusif “. Pembicara ketiga, Joko Susanto menyampaikan tentang “Peran Akademisi untuk Memanfaatkan Kerjasama Ekonomi Internasional dalam Menunjang Pembangunan Daerah”. Kemudian pembicara keempat, Airlangga Pribadi Kusman menyampaikan tentang “Manfaat Partisipasi Indonesia pada Forum G20: Peluang, Tantangan atau Image Branding?”.

Menurut Airlangga Kusman, “ Dalam membangun pondasi ekonomi yang kuat secara global, maka penting untuk melihat terlebih dahulu apakah aspek politik dan sosial sudah mendukung atau belum”. Sedangkan menurut Joko Susanto, “Harapannya, dengan adanya forum G20 nantinya mampu menyelesaikan permasalahan kompleks yang ada dalam masyarakat, terutama masalah finance”. Berkaitan dengan pembangunan daerah, Wawan Windarto menyampaikan bahwa, “ Pemkot Surabaya senantiasa membuat ruang terbuka untuk publik, misalnya dengan membuat taman aktif sebagai tempat masyarakat untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Melalui upaya inisalahsatunya, kami berharap Surabaya mampu mensejajarkan dirinya dengan kota-kota lain di dunia yang tergabung dalam G20”.

“Bagi kami, sarasehan bersama FISIP UNAIR kali ini sangatlah berbobot. Disini banyak akademisi yang mumpuni, memiliki kompetensi tinggi dan daya kritis yang cukup baik. Hal itu terbukti dari begitu banyak masukan yang konstruktuif yang diberikan kepada KEMLU RI dalam diskusi pada hari ini. Analisa dari kelompok akademisi mengenai kekuatan dan kekurangan G20 secara forum, nantinya akan dijadikan sebagai rujukan untuk memanfaatkan peran Indonesia secara maksimal. Harapannya, dengan waktu yang singkat ini, kehadiran kami dapat menjadi stimulan dan inspirasi bagi mahasiswa FISIP UNAIR untuk membaca dan melakukan riset terkait G20 dan relevansinya terhadap pembangunan di Indonesia, misalnya dengan menulis di media ataupun memberi masukan secara langsung kepada kami. Di lain waktu, kami akan senang sekali jika bisa hadir dan berdiskusi lagi disini.” papar Muhsyin Syihab, Direktur PELH KEMLU RI.

LEAVE A REPLY