Polres Lamongan Bekuk, 4 Penjudi Dadu

Polres Lamongan Bekuk, 4 Penjudi Dadu

419
0
BERBAGI
.
.
.
Lamongan (M.Sindoraya) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan berhasil membongkar area perjudian jenis dadu dengan menggunakan uang sebagai taruhan. Jum’at, (08/09). Dalam upaya tersebut, polisi berhasil mengamankan 4 orang tersangka yakni, R-M (60), warga Dusun Cumpleng, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, sebagai kasir dadu. Lalu M-K (63), sebagai pemilik dadu, W-S (58), sebagai bandar dadu dan terakhir S-G (66), sebagai penombok atau pemasang taruhan. Ketiganya berdomisili di desa yang sama yakni Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
Ke empat tersangka di amankan dari satu tempat di area persawahan tepatnya di Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, saat mereka melakukan perjudian.
“Berdasarkan laporan masyarakat, terdapat 1 tempat di area persawahan di Desa Sidomukti, yang informasinya sering digunakan untuk tempat perjudian. Selanjutnya kami kembangkan dengan melakukan pengintaian dan menggrebek tempat tersebut,” Ungkap Wakapolres Lamongan Kompol Arief Mukti, didampingi Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yadwivana Jumbo Qantasson, saat menggelar Press Release ungkap kasus tersebut di Mapolres Lamongan, Minggu (10/09).
“Praktek judi dadu itu dilakukan dengan menggunakan taruhan uang, dengan aturan main pemasang taruhan akan mendapatkan keuntungan berlipat apabila angka dadunya cocok dengan angka pasang. Sebaliknya jika angka pasang tidak cocok dengan dadu, maka uang taruhannya akan jadi milik bandar,” lanjut Wakapolres
Selain mengamankan empat tersangka, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni 1 buah alas dadu, 3 buah mata dadu, 1 buah penutup dadu dan uang tunai sebesar Rp. 3.298.000 rupiah.
Dalam kasus ini, tersangka terjerat pasal 303 KUHP Yo Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
“Tersangka dijerat pasal 303 KUHP jounto Pasal 2 ayat 1, UU RI nomor 7 tahun 1974. Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” tandas Wakapolres
(Suf)

LEAVE A REPLY