PULUHAN MAHASISWA MBD GELAR AKSI DEMO DI DEPAN KAJATI MALUKU

PULUHAN MAHASISWA MBD GELAR AKSI DEMO DI DEPAN KAJATI MALUKU

83
0
BERBAGI

 

Ambon, (M.Sindoraya) – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD) Ambon, selasa (12/9) kemarin, menggelar aksi Demo didepan Kantor Kajati Maluku.

Aksi demo itu berlangsung sekitar pukul 11.00 WIT dan berakhir pukul 12.00 WIT. Dalam aksinya pulahan mahasiswa itu meminta kepada Kejaksaan Agung RI melalui Kejaksaan Tinggi Maluku untuk bertindak tegas terhadap proyek  Jembatan Moa dan proyek bandara Yos Im Sula Orno di Kabupaten Maluku Barat Daya yang hingga kini kunjung tak ada realisasinya.

Nampak dalam unjuk rasa itu, tulisan dan pamphlet yang menghiasi aksi demo dimaksud, yakni kami mendesak  Kejagung RI agar transparan dalam mengusut tuntas kasus bandara Jos Orno Im Sula – Moa Kab.MBD,  kami meminta Kejagung RI untuk tetapkan Bupati MBD Drs. Barnabas Orno dan Saudara Frankos Orno sebagai tersangka.

Dalam kesempatan itu pula aksi demo  juga menyampaikan pernyataan sikapnya yang dibacakan oleh korlap dua, Eisen Reiper, yakni 1. Meninjau kembali hasil audit Keuangan Badan Penyidik Keuangan Negara terkait dengan anggaran pembangunan bandara  Yos Im Sula Orno di ibu kota Kab. MBD. 2. Meminta kepada Kejagung RI segerah menindaklanjuti kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran pembangunan bandara udara di ibu kota Kab. MBD. 3. Menetapkan Bupati Kab.MBD, Drs.Barnabas Orno dan saudara Franskois Orno sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana Korupsi Pembangunan Bandara Udara di ibu Kota Kab .MBD. 4. Mempertanyakan kepada Kejagung RI terkait dengan status tahanan kota atas 5 orang tersangka yakni saudara Soenarko (kontraktor pemegang tender), Jhon Tangkuman (mantan kadis perhubungan Kab.MBD), Nikolas Paulus (kontraktor), poli miru (mantan Plt.Kadis Perhubungan/Sekwan Kab.MBD sekarang. 5. Transparansi publik terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran pembangunan bandara di ibu kota Kab.MBD. 6. terkait dengan enam point diatas maka segerah di realisasikan oleh Kajati Maluku untuk ditindaklanjuti ke Kejagung RI.

Dikesempatan yang sama Korlap I Aksi Unjuk Rasa , Lefinus Keriyapi, dalam aksinya mengatakan aksi demo ini sebagai bentuk keprihatinan kita terhadap pembangunan di Kab. MBD.

Menurutnya. Bandara Yos Imusula Orno merupakan bandar udara yang menhubungkan antara ibu kota Provinsi Maluku dan ibu kota  Kab.MBD itu menghabiskan dana APBD Rp.12.000.000.000 (dua belas milyar) dan anggaran APBN Rp. 20.000.000.000 (dua puluh milyar). Proyek dimaksud dikerjakan oleh kontraktor Soenarko. Yang hingga kini tak kunjung selesai.

Namun, kata dia, dalam proses pekerjaan terjadi pengalihan status pembangunan dimaksud dari kontraktor Soenarko ke Nikolas Paulus. Akibat dari pengalihan ini kerugian Negara yang ditaksir miliaran rupiah.

Dikatakan, sesuai UU Nomor 31 tahun 1999 pemberantasan tindak pidana korupsi pasal 2 ayat 1 yakni (1). Setiap orang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara, di pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Dan denda paling sedikit Rp.200.000.000 (dua ratus jutua rupiah) dan paling banyak Rp.1.000.000.000.(satu milyar rupiah)

Sehubungan dengan itu, kata dia, Kajati Maluku sudah harus bersikap. Karena aturan hukum sudah jelas ‘’ jadi kami minta pa Kajati untuk bertindak tegas terhadap ke -5 oknom diatas. Karena mereka dinilai telah melanggar UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi ‘’ tegasnya.

Usai melakukan aksi, Pendemo langsung menemui Kepala Bidang Penerangan Kejaksaan Tinggai Malaku, Sami Sapulette, diruang kerjanya. Dalam kesempatan itu, Sapulette mengatakan untuk kasus bandara Yos Imu Sula Orno di Kab.MBD Provinsi Maluku akan menjadi perhatian serius Kajati Maluku.

Bahkan, kata Sapulette, kasus tersebut akan di teruskan ke Kejagung RI. Supaya menjadi perhatian nasional. ‘’ Oleh karena itu, Sapulette, meminta kepada aksi demo untuk kita kawal bersama sehingga kasus tersebut dapat diselesaikan secara transparan ‘’ Ujar Sapulette (Aji)

 

LEAVE A REPLY