Air Bersih Sulit, Pengusaha Tanpa Ijin Marak Di Lamongan

Air Bersih Sulit, Pengusaha Tanpa Ijin Marak Di Lamongan

443
0
BERBAGI

 

Lamongan (M.Sindoraya) – Musim kemarau telah melanda di hampir seluruh wilayah di kabupaten Lamongan. Momen itu pun digunakan kesempatan oleh sejumlah pengusaha untuk menjual air bersih yang diambil dari sumber air bawah tanah (sumur). Namun sayanknya, masih banyak pengusaha yang menjalankan usahanya tanpa melengkapi dokumen perijinan.

Hal itu di ketahui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lamongan saat menggelar operasi dengan mendatangi satu persatu tempat usaha penjual air bersih yang ada di Desa Balung Tawun dan Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Selasa, (12/09).

Dalam razia itu, petugas melihat adanya air yang di ambil dari sumur yang di disedot menggunakan pompa air dan di masukkan ke dalam tandon air yang sudah disediakan oleh pemiliknya. Lalu air-air itu di jual kepada sejumlah warga di beberapa wilayah di kabupaten Lamongan dengan di angkut menggunakan mobil tangki kapasitas 5.000 literan.

“Setelah kami periksa ada 8 tempat usaha di desa Menongo dan Desa Balung Tawun Kecamatan Sukodadi, yang menjual air bersih yang mereka ambil dari sumber air bawah tanah. Ternyata setelah kami tanya, semua pemilik usaha itu tidak bisa menunjukkan dokumen perijinan usaha,” ungkap Bambang Yustiono, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Lamongan, saat melakukan razia usaha air bersih, Selasa (12/09).

Untuk saat ini, masih menurut Bambang, pemilik usaha akan kami panggil untuk di berikan peringatan saja, agar segera melengkapi tempat usahanya dengan mengurus perijinan,” terus Bambang

Dari informasi yang dihimpun, para sopir tangki membeli air di tempat- tempat itu dengan harga 15 ribu hingga 20 ribu per tangki. Lalu mereka menjualnya kembali ke sejumlah warga yang memesan air dengan harga 100 ribu hingga 150 ribu per tangki.

Operasi itu dilakukan berdasarkan peraturan daerah Nomor 02 tahun 2014, tentang Pengendalian Air Bersih di Kabupaten Lamongan.

“Operasi ini kami lakukan sesuai dengan peraturan daerah nomor 02 tahun 2014 tentang pengendalian air bersih,” tandas Bambang

(Suf)

LEAVE A REPLY