PROTES KEBIJAKAN RAJA NEGERI BATU MERAH WARGA MENGADU KE DPR

PROTES KEBIJAKAN RAJA NEGERI BATU MERAH WARGA MENGADU KE DPR

64
0
BERBAGI
Perwakilan Aksi Demo dan aparat Pemerintah Desa Batu Merahberdialog dengan DPRD Kota Ambon terkait pergantian RT dan RW di Desa Batu Merah Kota Ambon

 

Ambon (M.Sindoraya) – Karena tidak puas dengan kebijakan Raja Negeri Batu Merah yang memberhentikan sejumlah Ketua-Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW) di Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon tanpa ada alasan yang jelas. Membuat ratusan warga terpaksa mengadu ke DPRD Kota Ambon dengan melakukan aksi unjuk rasa.

Pasalnya, kebijakan Raja Negeri Batu Merah dinilai telah bertentangan dengan aturan, bahkan dinilai bermuatan politik. Aksi dimaksud dimulai sejak pukul 11.00 WIT sampai dengan pukul 12.00 WIT dan bertempat di ruang sidang utama DPRD Kota Ambon, Kamis (5/10), kemarin di Ambon.

Ratusan warga yang mengatasnamakan warga Batu Merah itu, menuntut agar SK Walikota Ambon terkait pegangkatan RT dan RW yang baru harus dibatalkan.Karena dinilai telah mencedari hak-hak rakyat.Mestinya, kata mereka, berdasarkan aturan seharusnya pengangkatan Ketua RT harus melalui musyawarah dan mufakat warga setempat baru diusulkan oleh pihak Pemerintah Desa ke Pemerintah Kota Ambon untuk di terbitkan SK oleh Walikota Ambon.

Namun, kata mereka, mekanisme ini tidak dilakukan oleh aparat desa dan jajaranya sehingga kami menilai proses pergantian ini dianggap tidak sah alias bodong. Olehnya itu, mereka meminta kepada DPRD selaku perpanjangan tangan masyarakat untuk melihat masalah tersebut dengan arif dan bijaksana.

Mereka juga meminta kepada DPRD untuk membuat rekomendasi pembatalan SK pengakatan dimaksud kepada Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Agar supaya menjaga wibawah Pemerintahan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita bersama.

Aksi yang berlangsung di ruangsidang utama DPRD Kota Ambon itu, membuat situasi pertemuan menjadi tegang, karena masyarakat sangat emosi akibat dari kebijakan Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Desa Batu Merah sangat mengecewakan mereka, sehingga mereka melampiaskan kemarahan mereka di hadapan anggota DPRD.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono, dihadapan aksi unjuk rasa mengatakan masalah ini akan segerah ditindaklanjuti oleh DPRD dengan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, karena ini masalah besar yang tidak boleh dibiarkan, sebab kata dia,ini dapat menimbulkan gejolak ditengah masyarakat.

‘’ Saya dengan teman-teman DPRD Kota Ambon terutama dengan komisi yang membidangi bidang pemerintahan, kami akan menyampaikan permasalahan dimaksud kepada Pa Walikota, supaya ada solusi yang harus diambil,’’ ujar Latupono.

Terkait dengan itu, Latupono, kembali menegaskan DPRD tidak akan segan-segan bertindak. kami akan terus memantau masalah dimaksud hingga tuntas,  karena ini masalah-masalah yang melilit masyarakat jadi harus ada penanganan secara serius.’’ kami akan tindak bagi oknom-oknom yang ikut main dalam masalah dimaksud, ‘’tegas Latupono.

Dikesempatan yang sama juru bicara peserta aksi unjuk rasa, Moh. Narahaubun, menegaskan bahwa masalah pengangkatan RT dan RW dimaksud harus ditinjau kembali oleh Walikota Ambon. Jika tidak kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. Pasalnya, kata dia, pengangkatan di maksud sangat bermuatan politik.

‘’ kami akan terus melakukan aksi unjuk rasa sepanjang belum ada pembatalan, kami akan mengarahkan masa yang lebih besar lagi. Jika masalah ini tidak disikapi secara serius ‘’ tegas Narahaubun dihadapan Anggota DPRD Kota Ambon.

Menurut, Narahaubun, cara – cara seperti itu seharusnya tidak perlu lagi terjadi, karena sekarang ini dunia keterbukaan pengawasan masyarakat semakin ketat. Oleh karena itu, kata dia, seagala sesuatu yang diputuskan harus sesuai aturan.Supaya tidak ada komplen dari masyarakat.

‘’ kami tidak merasa puas dan kecewa dengan keputusan yang diambil oleh Raja Negeri Batu Merah dan jajaranya, karena keputusan pemberhentian sejumlah RT dan RW di lingkungan Desa Batu Merah telah mencoreng hak-hak konstitusi warga setempat.’’ Kesalnya.

Ditempat terpisah, Raja Negeri Batu Merah, A. Rahman Walla, mananggapi tudingan-tudingan dimaksud, dirinya mengatakan bahwa pergantian sudah di pikirkan jauh-jauh hari, mengingat ada sejumlah RT dan RW termasuk di lingkungan – lingkungan aksi unjuk rasa itu, ada yang meminta mengundurkan diri dan ada yang mengakhiri masa tugasnya.

‘’ jadi kalau ada yang mengatakan bahwa pengangkatan RT dan RW yang baru itu  karena ada unsur politik, itu tidak betul, tapi itu adalah untuk penyegaran ‘’ ujarnya, kepada Sindo Raya di ruang kerjanya, jumat (6/10) kemarin.

Dijelaskan, Walla, pergantian RT dan RW yang diperoalkan itu, hanya delapan RT dan satu RW saja. Itu pun ada yang meminta mengundurkan diri dan ada yang memasuki akhir masa jabatan.‘’ Soal RT dan RW mana-mana saja yang diganti, dirinya tidak menjelaskan secara detail, tapi yang jelas di ganti hanya delapan RT dan satu RW saja’’ jelasnya.

Terkait dengan itu, dirinya menghimbau kepada masayarakat terutama kepada warga Desa Batu Merah untuk tidak termakan dengan isu-isu murahan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan di antara kita.

‘’ Namun yang dibutuhkan sekarang adalah kebersamaan yang harus dirawat bersama, sekarang bukan jamanya lagi untuk kita saling bertengkar, sekarang jamanya untuk membangun demi kemajuan bersama ‘’ harapnya. (Aji)

LEAVE A REPLY