Cleaning Service, Pak Gubernur Jangan Hanya Janji  

Cleaning Service, Pak Gubernur Jangan Hanya Janji  

70
0
BERBAGI

 

Malut, M Sindoraya.com- Puluhan karyawan PT Surya Pratama Abadi yang di pekerjakan sebagai Clenaing Service kembali melakukan aksi mogok kerja di depan kantor Gubernur Senin (9/10/2017) dengan tuntunan pemerintah segera membayar gaji selama dua bulan yang belum di bayar. Bukan hanya mempertanyakan kejelasan kapan pembayaran, akan tetapi lantai I dan II kantor di kotori dengan koran bekas.

Menurutnya, sudah dua bulan ini upah kerja belum di bayar, padahal sudah berulangkali di janjikan oleh kepala Biro Umum Darwis Puwa, akan tetapi hingga memasuki bulan tiga ini belum juga direalisasi. “ Kami punya keluarga yang butuh makan dan biaya sekolah yang harus di penuhi setiap bulan” ungkap salah satu Cleaning Service sebut saja Rani.

Kata dia, apabila dalam waktu dekat kepala Biro Umum tidak membayar upah kerja yang menjadi hak dan kewajiban, akan tidak membersihkan halaman kantor gubernur selama satu bulan.” Bayar dulu upah kerja kami selama dua bulan yang belum di selesaikan, setelah itu akan kembali beraktifitas seperti biasa. Pak Gubernur jangan cuma Insyah Allah”. Sering terjadi saat pembayaran upah kerja Cleaning Service.

Perlu diketahai, upah kerja per satu bulan senilai Rp 1.500.000 per orang dikalikan sebanyak 68 karyawan senilai Rp 102,000.000 dikalikan lagi dengan dua bulan, total yang harus dibayarkan senilai Rp 204,000.000, katanya.

Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Malut Darwis Puwa saat ditemuai di ruang kerjanya tidak berada ditempat, bahkan via heandphone juga tidak ada respon baik.

 

AGK, Insyah Allah Akan Dibayarkan

 

Sementara Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba di hadapan karyawan Cleaning Service mengatakan, untuk pembayaran itu akan dilakukan dalam waktu dekat.” Insyah Allah saya Perintahkan Karo Umum untuk segera membayar, itu hak dan kewajiban.” (bud)

 

 

LEAVE A REPLY