TNI Gadungan, Dibekuk di Stasiun Kereta Api Lamongan

TNI Gadungan, Dibekuk di Stasiun Kereta Api Lamongan

2677
0
BERBAGI

 

Lamongan (M. Sindoraya) – Seorang pemuda, O-W (21), warga Jalan KH. Ahmad Dahlan, kelurahan Tlogoanyar kabupaten Lamongan, dibekuk oleh anggota unit Intel dan Provost Kodim 0812 Lamongan. Penangkapan itu dilakukan lantaran banyaknya laporan dari warga terhadap O-W yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI gadungan, Yonif 623 Kalimantan Selatan.  Selasa (10/10) malam.

Penangkapan itu bermula dari informasi seorang warga yang mengatakan kalau O-W sedang berada di stasiun kereta api Lamongan sedang menunggu kereta api kertajaya. Berdasarkan informasi itulah, sejumlah anggota dari unit intel dan provos Kodim 0812, langsung mendatangi lokasi dan menangkap O-W yang saat itu sedang duduk di kursi tunggu penumpang. Selanjutnya O-W dibawa petugas ke Subdenpom V, 2/3 Lamongan untuk dimintai keterangan.

Dari informasi yang berhasil di himpun, pelaku sudah lama menjadi target operasi petugas setelah banyaknya laporan kalau pelaku sering mengaku-ngaku sebagai anggota TNI gadungan dan memperdaya sejumlah wanita yang ia janjikan untuk dinikahi. Namun janji itu hanya sebatas janji, karena disaat yang tepat, pelaku tiba-tiba pergi meninggalkannya.

Dalam aksinya itu, pelaku merubah namanya dengan nama samaran yakni Aris Setyawan. Hal itu juga terlihat pada akun facebook miliknya yang bernama Pratu Aris Setyawan dengan foto profil yang memperlihatkan dirinya sedang memakai seragam TNI lengkap.

Sementara itu, orang tua pelaku yang kesehariaanya sebagai buruh cuci dan bapaknya sebagai tukang becak itu, terlihat shok ketika mendengar anaknya ditangkap.

“Tadi pamitnya mau berangkat ke Jakarta untuk kerja. Tiba-tiba dia telpon ibunya sambil nangis dan mengatakan kalau dia ditangkap di stasiun,” terang L-L yang merupakan tetangga dan kerabat pelaku. Selasa (10/10).

O-W merupakan pemuda yang sebelumnya juga pernah masuk penjara dalam kasus penipuan sejumlah uang di salah satu kantor koperasi simpan pinjam tempat ia bekerja dulu. Setelah keluar dari penjara, dirinya semakin jarang terlihat di lingkungan sekitar dan hari-harinya lebih banyak dilakukan dengan duduk manis dirumah.

“Ya memang anak itu jarang terlihat. Cuma beberapa hari yang lalu ada seorang laki-laki yang tanya ke saya keberadaan dia. Kayaknya dia anggota. Tapi saya bilang gak tahu karena memang O-W gak pernah terlihat,” terang D-F yang merupakan tetangga pelaku

Hingga saat ini pelaku masih di tahan di mako susdenpom untuk dimintai keterangan lebih lanjut sebelum diserahkan ke Kepolisian (Vid)

LEAVE A REPLY