Bangun Branding, Lakukan Riset Kunci Keberhasilan dalam Pengembangan Produk dan Jasa

Bangun Branding, Lakukan Riset Kunci Keberhasilan dalam Pengembangan Produk dan Jasa

42
0
BERBAGI
????????????????????????????????????

 

Surabaya (M.Sindoraya)Branding merupakan aspek yang penting dalam pengembangan sebuah produk. Branding bukan hanya merupakan merek atau logo yang ada dalam produk tetapi juga merupakan janji bagi konsumen. Di sisi lain, branding bukan hanya dibutuhkan bagi produk atau jasa. Personal branding juga sangat penting, terutama bagi pelaku politik yang sedang mencalonkan diri menjadi pemimpin. Dalam prosesnya dibutuhkanlah riset pemilih politik untuk mengetahui karakteristik dan kebutuhan pemilih sehingga dapat diterapkan strategi yang tepat. Hal inilah yang melatarbelakangi prodi Ilmu Komunikasi Unesa untuk menggelar kuliah tamu bersama Mario Tetelepta dan Djayadi Hanan praktisi dibidang branding dan riset politik. Kuliah tamu tersebut memiliki dua tema yaitu “Innovation, creativity and brand” dan “Politic research to understand voter’s concern”. Tema kuliah tamu kali ini sesuai dengan konsentrasi Marketing Communication dan Communication Development yang ada di Prodi Ilmu Komunikasi Unesa.

Kuliah tamu yang diadakan di Gedung G3 Fakultas Ekononomi Universitas Negeri Surabaya tersebut dihadiri oleh 200 peserta yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi. Kuliah tamu tersebut dimulai pada pukul 08.00 dan resmi dibuka oleh Dr. Danang Tandyonomanu, selaku Ketua program studi Ilmu Komunikasi Unesa.

Pada sesi pertama, kuliah tamu diisi oleh Mario Tetelepta, selaku brand strategic consultant dari Jakarta. Mario yang berkecimpung dalam dunia branding mengungkapkan bahwa inovasi tidak selalu berkaitan dengan teknologi. Jika inovasi muncul akibat adanya teknologi tidak mungkin teknologi akan terkalahkan.

“Inovasi ada bukan karena milik teknologi, tapi inovasi ada karena kreativitas. Inovasi juga bisa berupa perubahan positif ataupun negatif,” ungkap Mario

Menurut Mario inovasi ada karena kita memiliki kamampuan-kemampuan yang dapat dikembangkan. Mario juga berbagi cerita tentang Australia yang membuat inovasi transportasi baru yang disebut Hyperloop.

Hyperloop merupakan kereta yang sangat cepat, awalnya perjalanan dengan mobil atau kereta biasa ditempuh dalam waktu 10 jam jika menggunakan kereta hyperloop ini hanya membutuhkan waktu 55 menit saja,” jelas Associate Director of Branding Organization MakkiMakki Strategic Branding Consultan itu

Sesi sharing bersama Mario Telepta diakhiri pada pukul 10.00 WIB setelah diskusi mengenai proses rebranding dan faktor-faktor penyebab adanya pembaruan brand yang ditanyakan oleh salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi Unesa. Kuliah tamu tersebut kemudian dilanjutkan oleh Djayadi Hanan yang merupakan dosen Ilmu Politik Universitas Gajah Mada sekaligus Executive Director Saiful Mujani Research and Consulting.

Djayadi Hanan memulai sesi kuliah tamu dengan menceritakan pengalamannya saat turut bergabung dalam riset pemilih calon presiden Amerika Serikat, Barrack Obama. Djayadi Hanan menjelaskan bahwa riset dalam dunia politik itu penting terutama untuk pemetaan segmentasi pemilih. Dari riset tersebut akan diketahui elektabilitas kemudian melahirkan strategi-strategi yang mungkin digunakan dalam suatu pemilihan politik.

“Riset pemilih dalam politik, khususnya pada saat pemilihan umum menjadi kunci keberhasilan calon pasangan dalam mengetahui apa yang diinginkan oleh masyarakat dan bagaimana seharusnya bertindak,” paparnya

Pembahasan dilanjutkan dengan memaparkan secara rinci etika dan SOP dalam melakukan survey pemilih. Djayadi Hanan menjelaskan bahwa pada seluruh rangkaian proses riset etika yang digunakan sama dengan apabila melakukan riset yang diadakan pada dunia akademis.

Dari pembahasannya, mahasiswa Ilmu Komunikasi tertarik memberikan tanggapan dengan memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan etika riset, terutama mengenai apakah riset yang digelar memang transparan dan hasil yang dipaparkan kepada publik sesuai dengan kenyataan.

“Seharusnya memang sesuai karena tidak ada alasan untuk berbohong tentang hasil survei atau riset, yang ada malah seolah menipu diri sendiri. Tetapi yang harus diingat hasil survey memang mungkin berbeda-beda karena faktor waktu pelaksanaan survey dan sample survey tersebut. Sehingga jangan langsung enuduh sebuah lembaga riset melakukan kebohongan” pungkas pria yang akrab dipanggil Hanan tersebut. (Nad/Dht/Vin/Nawi)

LEAVE A REPLY