Bude Karwo Beri Perhatian dan Dukungan Bagi Perajin Jatim

Bude Karwo Beri Perhatian dan Dukungan Bagi Perajin Jatim

51
0
BERBAGI
Ketua Umum Dekranasda Jatim Bude Karwo Meninjau dan Berinteraksi Dengan Salah Satu Pelukis Disabilitas Di Stand Lukisan GrandCity Surabaya

 

Surabaya (M.Sindoraya) – Sektor UMKM seperti perajin batik, bordir, handycraft dan kerajinan merupakan salah satu penggerak perekonomian di Jatim. Oleh karena itu, keberadaanya harus di dukung dan di beri perhatian oleh pemerintah .

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Deskranasda Provinsi Jawa Timur Dra. Hj. Nina Soekarwo M.Si saat meninjau stand pameran kerajinan daerah di Jatim Fair 2017 Grand City, Sabtu (14/10).

Deskranasda Prov Jatim, lanjut Bude Karwo-sapaan akrabnya, akan terus memfasilitasi agar perajin terus meningkat kualitasnya. Khusus Jatim Fair 2017 ini, Deskranasda memfasilitasi 115 perajin dalam memasarkan produk unggulannya. “Beberapa perajin furniture, Allhamdulillah sudah mampu mengekspor produk unggulannya. Ini merupakan kebanggan tersendiri bagi Deskranasda Jatim,” ujarnya.

Ia menilai produk produk kerajinan baik batik tulis, tenun, kerajinan tangan, hingga furniture kualitasnya terus meningkat. Namun demikian, kerajinan yang terbuat dari kulit dan handmade perlu ditingkatkan kualitasnya, terutama pada kreativitas model dan design.

Dalam kesempatan yang sama, Bude Karwo meminta kepada UMKM khususnya perajin untuk mendaftarkan usahanya ke Badan Standarisasi Nasional (BSN). Tujuannya agar memperoleh Standarisasi Nasional Indonesia (SNI), sebagai bukti produknya memiliki kualitas dan mutu yang bersaing.

Selain itu, para pelaku UMKM untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (Haki) produk-produknya melalui Disperindag, untuk selanjutnya diurus ke Kemenkumham.  Tujuannya, agar produk yang ada dipasaran tidak diambil atau diakui oleh perajin daerah lain

Bude Karwo Semangati Perajin Tuna Netra dan Wicara

Dalam peninjauannya, Bude Karwo menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan perajin perajin batik, lukisan, maupun keset dari tuna netra dan tuna wicara stand milik Dinas Sosial Prov. Jatim.

Bude Karwo menegaskan, bahwa perajin tuna netra dan wicara memiliki semangat tinggi untuk membuat produk yang berkualitas. Untuk itu, ia akan melakukan kerjasama untuk memberi tempat kepada para pengrajin khusus ini.

“Kami melihat mereka memiliki tekad yang luar biasa. Mereka memiliki keahlian dalam membuat lukisan maupun aplikasi design baju dengan baik. Kami akan bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk membuat kegiatan yang produktif bagi para pengrajin dari tuna netra dan wicara ini,” janjinya.

Jatim Fair 2017 yang berlangsung dari tgl 5 s.d 15 Oktober 2017 diikuti 560 booth kepesertaan. Menampilkan produk unggulan daerah berorientasi ekspor dan impor dari dalam maupun luar Jatim, seperti kerajinan, garmen, aksesoris perajin dari UKM dan koperasi. Juga, sepeda listrik produk kerjasama investor Tianjin dan SMK Jawa Timur.

Turut mendampingi, Ketua II Deskranasda Prov. Jatim Hj. Chairani Yuliati Akhmad Sukardi, Asisten Administrasi Umum,  Kadisperindag, Kadis Kominfo, Karo Perekonomian Prov. Jatim (Nif/nawi)

 

LEAVE A REPLY