Choirul Huda Salurkan Bakat Bola Kepada Anaknya

Choirul Huda Salurkan Bakat Bola Kepada Anaknya

1146
0
BERBAGI

 

Lamongan (M. Sindoraya) – Kepergian Choirul Huda sang kapten sekaligus penjaga gawang Persela, nampaknya meninggalkan jutaan hal baik bagi orang-orang yang dicintainya. Selain loyalitas terhadap tim sepak bola Persela yang membesarkan namanya. Ternyata dia tak pernah mengabaikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga yang mengutamakan kebahagian dan masa depan anak-anaknya.

Hal itu di ungkapkan oleh istri almarhum, Lidya Anggraeni (36), dalam pernyataannya dihadapan sejumlah awak media baik elektronik, cetak maupun online di rumah duka. Senin (16/10).

“Almarhum merupakan sosok ayah yang baik yang bertanggung jawab terhadap kami semua khususnya anak-anaknya. Dirinya selalu mengajarkan hal baik kepada kami. Dia ingin kalau anak-anaknya bisa sukses dan bisa berguna bagi orang lain. Waktunya sehari-hari selain untuk berlatih dan kekantor, dia lebih sering bersama keluarganya,” terang Lidya. Senin (16/10).

Bakat bolanya, masih menurut Lidya, dia lebih menyalurkan ke anaknya yang pertama Muhammad Raul Maulana yang saat ini masih duduk di bangku SMP kelas VIII. Dia ingin Raul menjadi seperti dia sebagai penerusnya. Mereka berdua juga sering berlatih bola bareng,” katanya

Ditanya apakah sebelumnya ada firasat tersendiri sebelum kepergian almarhum. Lidya menjawab, “Tidak ada firasat dan pesan apa-apa. Bahkan dia juga sehat gak keluhkan sakit apa-apa. Hanya saja sebelum maen dia berpikir kok tumben diturunkan sama coach Aji. Padahal sebelumnya jarang turun,” kata Lidya

Sementara itu, putra pertama almarhum, Muhammad Raul Maulana, menjelaskan terkait keinginan almarhum bapaknya kepada dirinya, “Saya disuruh papa untuk sering latihan dan pantang menyerah. Saya juga sering dilatih sama papa untuk maen bola. Papa ingin, saya mengikuti jejaknya sebagai pemain bola,” terangnya

Ketika ditanya apakah juga ingin menjadi penjaga gawang seperti bapaknya, Raul menjawab, “saya pinginnya jadi pemain saja. Karena kalau penjaga gawang postur tubuhnya harus tinggi,” jawabnya

Choirul Huda meninggal dunia di usia 38 tahun dengan meninggalkan seorang istri dan 3 anak laki-laki. Sebelumnya almarhum pernah cedera di bagian tangan dalam sebuah pertandingan di kompetisi liga yang sama. Sehingga penampilannya sering kurang maksimal sebagai penjaga gawang utama. Hal itu mengakibatkan almarhum jarang diturunkan di sejumlah pertandingan.

Disisi lain, warga Lamongan khususnya pecinta bola, mengharapkan agar nama Choirul Huda tetap di abadikan dengan dibangunnya patung Choirul Huda di stadion Surajaya Lamongan. Sebagai tanda terima kasih atas jasa almarhum terhadap Lamongan. (Vit)

LEAVE A REPLY