Warga Surabayan, Pertanyakan Stiker Aus-Aid Tertempel Dirumah-Rumah

Warga Surabayan, Pertanyakan Stiker Aus-Aid Tertempel Dirumah-Rumah

215
0
BERBAGI

 

Lamongan (M. Sindoraya) – Sebagian warga yang tinggal di Desa Surabayan Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan, mempertanyakan adanya stiker yang tertempel di tiap- tiap rumah yang bertuliskan Australian-AID dengan logo PU serta tulisan lain yakni Baseline Survey for Water Hibah Phase II atau survey baseline hibah air minum tahap II.

Mereka menjelaskan bahwa stiker itu ditempelkan sudah lama sekitar akhir tahun 2014 oleh petugas PDAM. Selain itu, saat pemasangan stiker itu, masing-masing warga yang rumahnya ditempeli disuruh berpose di dekat stiker itu dan di foto. Namun petugasnya tak menjelaskan secara jelas kegunaan stiker itu.

“Waktu itu kami sempat tanya sama petugas yang masang yang mengaku dari PDAM, buat apa mas? Dia jawab katanya untuk data. Setelah itu kami disuruh berdiri di samping stiker yang tertempel itu, lalu di foto. Saya kira mungkin dapat bantuan apa gitu,” terang warga Surabayan, saat berkumpul di salah satu rumah warga. Rabu (18/10).

Saat ditanya apakah sebelumnya ada sosialisasi atau pemberitahuan lainnya yang berkaitan dengan pemasangan stiker itu baik dari pemerintah desa atau PDAM. Warga menjelaskan senada, ” Tidak ada. Cuma waktu itu warga sempat dikumpulkan di kantor desa dan ditawari barangkali ada yang ikut masang meteran PDAM. Ini masangnya bareng-bareng dengan membayar 2,9 juta rupiah dengan rincian 1,2 juta rupiah bayar cash di muka. Sedangkan 1,7 juta rupiah lagi bayarnya di angsur selama 10 kali. Kwitansi pembayaran juga ada kok,” lanjutnya

Sementara itu, Kades Surabayan, Sunarto, saat di konfirmasi juga menyatakan hal yang sama bahwa pihak pemerintah desa juga tidak mengetahui maksud dari stiker yang terpasang dirumah-rumah warga itu. Bahkan dirinya menepis jika warga di desa Surabayan mendapat bantuan SR dari pemkab atau PDAM.

“Gak ada bantuan apa-apa. Warga memasang meteran air PDAM itu murni swadaya. Malah kita sudah bayar ke PDAM sebesar 249 juta uang dari hasil pembayaran warga untuk biaya masang meteran itu. Bahkan saluran pipanya saja, kami yang pasang sendiri,” pungkas Narto

“Kami juga gak tahu stiker itu untuk apa. Tiba tiba ditempel gitu saja. Kalau memang itu tanda bantuan, harusnya dijelaskan bantuan apa dan berupa apa, agar kami bisa memaparkan kepada warga. Seluruh warga sama, gak ada yang gratis untuk masang meteran PDAM itu. Bahkan ada beberapa warga yang tidak ikut masang karena gak punya uang, tapi rumahnya juga ditempeli stiker,” lnjutnya

Selain di Desa Surabayan, stiker yang sama, juga terlihat terpasang di rumah-rumah warga yang ada di Desa Kruwul Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Bahkan stiker itu ada yang tertempel dirumah kosong.

“Yang pasti stiker itu dibuat dan dipasang ada tujuannya, tapi untuk apa kami juga gak tahu. Saya khawatir, warga punya pemahaman lain kepada pemerintah desa dengan adanya stiker itu. Karena disitu juga tertulis hibah air, sedangkan warga membayar. Dan di saat yang bersamaan kita adakan swadaya itu. (Vit)

LEAVE A REPLY