Diduga Pecahkan Kaca Bis, 8 Anjal Diangkut Satpol PP

Diduga Pecahkan Kaca Bis, 8 Anjal Diangkut Satpol PP

461
0
BERBAGI

Lamongan (M. Sindoraya) – Sebanyak 8 anak jalan (anjal), di angkut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lamongan. Ke delapan anjal itu diangkut lantaran adanya laporan dari warga jika ada sebuah bis yang melintas di jalan raya Babat – Lamongan, tepatnya di wilayah Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan pecah kacanya di sebabkan oleh anjal-anjal tersebut. Jum’at (20/10).

Ke delapan anjal itu terdiri dari 4 wanita dan 4 laki-laki yakni N-S (15), warga Jenu Tuban, M-D-R (14), warga Krian Sidoharjo, F-R (16), warga Prambon Sidoharjo dan F-F-M (13), warga Prambon Sidoharjo.

Sedangkan yang laki-laki yakni D-N (18) warga Jenu Tuban, P-D-P (15), warga Pandaan Pasuruan, M-F-R (19), warga Krian Sidoharjo dan M-Z-A (20), warga Krian Sidoharjo. Mereka di tangkap dan dibawa ke Mako Satpol PP Lamongan. Namun sebelumnya mereka dibawa ke Polsek setempat untuk di mintai keterangan sekaligus di data.

“Tadi berdasarkan laporan dari warga ada sebuah bis yang pecah kacanya disebabkan oleh anak-anak jalanan. Oleh karena itu, saya bersama petugas Satpol PP yang lain langsung bergerak mendatangi lokasi dan mengamankan 8 anjal,” ungkap Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Lamongan, Bambang Yustiono, diruangannya. Jum’at (20/10).

Setelah kami tangkap, lanjut Bambang, ke delapan anjal itu kami bawa ke Polsek Pucuk untuk di mintai keterangan dan didata. Lalu kami bawa ke Mako Satpol PP Lamongan untuk dilakukan pembinaan,” lanjutnya

Sementara itu, ke delapan anjal mengaku tidak melakukan pemecahan kaca bis tersebut. Mereka menyebutkan jika kaca bis itu pecah lantaran ditabrak truk yang mereka tumpangi.

“Kami gak melakukannya. Kaca bis itu pecah karena ditabrak oleh truk yang kami tumpangi. Kami semua tadi dari pantai di Tuban dan tujuan kami mau ke Sidoharjo, terus ada kejadian itu,” terang salah satu anjal, F-F-M, saat di mintai keterangan di Mako Satpol PP. Jum’at (20/10).

Lebih jauh mereka menerangkan, jika keseharian mereka di jalanan yaitu sebagai pengamen. Mereka berpindah dari tempat ke tempat dan merasakan hidup bebas. Bahkan sekolah mereka pun hanya tamatan SMP.

“Kami bebas mau kesana-sini. Untuk makan diluar kami nyari uang dengan cara ngamen. Pernah dulu kerja di warung nasi tapi gak betah karena kerjanya berat. Sekolah kami pun hanya sampai SMP saja,” lanjut F-F-M

Ditanya apakah orang tua mereka tahu aktifitas diluar sebagai pengamen. Ia menjelaskan. “Tidak tahu, kami pamitnya hanya pergi bersama teman-teman,” imbuhnya

Di saat pembinaan dengan diberikan penuturan oleh petugas Satpol, anjal-anjal itu menundukkan kepala bahkan ada yang terlihat matanya berkaca-kaca. Selanjutnya masing-masing orang tua mereka dihubungi untuk menjemput anak-anak mereka. (Vit)

LEAVE A REPLY