Proyek Waduk Joto, Ancam Keselamatan Pengendara Motor

Proyek Waduk Joto, Ancam Keselamatan Pengendara Motor

3553
0
BERBAGI
Lamongan (M. Sindoraya) – Pelaksanaan proyek normalisasi waduk Joto yang berada di Jalan Raya Mantup, Desa Joto Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, di keluhkan sebagian besar warga khususnya warga sekitar dan para pengendara kendaraan bermotor. Pasalnya, dari pelaksanaan proyek itu, jalan raya yang menghubungkan antara Kabupaten Lamongan – Mojokerto yang berada di depan lokasi proyek tersebut, dikotori dengan tanah yang berceceran yang berasal dari truk-truk pengangkut yang mengambil tanah dari dalam waduk. Akibatnya, gak jarang pengendara motor yang terjatuh saat hujan lantaran kondisi jalan licin.
Selain itu, jika cuaca sedang panas, debu- debu pun beterbangan mengganggu pandangan pengendara hingga masuk ke rumah-rumah warga sekitar.
“Itu membahayakan terutama saat hujan, kondisi jalan jadi licin. Karena disebabkan oleh serpihan tanah yang jatuh dari truk pengangkut yang mengambil tanah dari dalam waduk itu. Jadi pengendara kendaraan harus hati-hati kalau melewatinya,” terang Bambang, salah satu pengedara motor. Kamis (25/10).
Dikatakan Bambang, “Saya setiap hari melintasi jalan itu untuk kerja, karena rumah saya di Mantup. Saya juga sudah 2 kali hampir jatuh. Bahkan sempat saya lihat beberapa pengendara motor yang lain mengalami hal yang sama,” lanjutnya
Hal senada juga disampaikan oleh warga sekitar, Ghoni. “Memang kondisinya sangat mengkhawatirkan, kasihan warga yang lewat, mereka harus terganggu perjalanannya. Di samping itu kalau cuaca lagi panas debu-debu dari jalan itu beterbangan dan mengotori rumah kami,” ungkap Ghoni. Kamis (25/10).
Mesti sudah ada petugas yang membersihkan ceceran tanah-tanah tersebut, tapi masih saja di anggap kurang maksimal. Sedangkan menurut informasi yang di himpun, proyek normalisasi waduk Joto itu milik salah satu perusahaan konstruksi, HK. Pelaksanaan proyek itupun dinilai sudah lama dan tak kunjung usai.
“Kami sebenarnya senang kalau ada pembangunan, apalagi tujuannya untuk masyarakat. Tapi tolonglah yang profesional. Apalagi proyek itu pelaksanaanya sudah lama, tapi gak selesai-selesai. Kalau seperti ini, warga sekitar yang repot. Sudah macet, kotor dan berdebu jika cuaca panas,” ujar Ghoni
Sementara itu, tak ada satupun pekerja yang berada di lokasi proyek tersebut untuk bisa dimintai keterangan atas kapan penyelesaian proyek itu. (Vit)

LEAVE A REPLY