Penanganan Medis Choirul Huda, PSSI Investigasi RSUD Dr. Soegiri

Penanganan Medis Choirul Huda, PSSI Investigasi RSUD Dr. Soegiri

1537
0
BERBAGI

 

Lamongan (M. Sindoraya) – Pasca kematian penjaga gawang Persela, Choirul Huda, mendapat sorotan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sebanyak 8 (Delapan) orang delegasi PSSI mendatangi RSUD dr. Soegiri, Rabu (25/10) siang.

Kedatangan rombongan itu guna melakukan investigasi terkait penanganan medis kiper sekaligus kapten Persela Lamongan Choirul Huda yang meninggal dunia akibat insiden benturan keras dengan pemain satu timnya saat bertanding menjamu tim tamunya Semen Padang di stadion Surajaya Lamongan beberapa waktu lalu.

Kehadiran sejumlah perwakilan dari PSSI itu didampingi manajer Persela, Yunan Ahmad langsung disambut oleh Plt. Direktur RSUD Dr. Soegiri, Dr. Taufik Hidayat di ruang kerjanya. Tim PSSI juga didampingi komite medis untuk melakukan investigasi ke beberapa pihak termasuk tim medis RSUD Dr. Soegiri, dengan tujuan untuk menyamakan persepsi.

Plt. Direktur RSUD dr. Soegiri, Dr. Taufik Hidayat menyatakan, kedatangan delegasi PSSI tersebut guna meminta keterangan terkait penanganan medis saat Choirul Huda mengalami kritis sejak perjalanan hingga menuju RSUD dr. Soegiri.

“Semuanya saya serahkan ke komite medis dari pihak PSSI. Hal Itu dilakukan untuk menyatukan persepsi, bagaimana kronologis penanganan Choirul Huda,” terangnya saat didampingi Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang, Dr. Eko Budi Santoso.

Almarhum Choirul Huda meninggal dunia di RSUD Dr. Soegiri Lamongan, setelah mengalami benturan keras dengan pemain satu tim nya saat bertanding menjamu kesebelasan Semen Padang di stadion Surajaya Lamongan. Sesaat setelah benturan terjadi, Choirul Huda mengalami cidera keras hingga tak sadarkan diri, sehingga tim medis harus melarikannya ke RSUD. Dr. Soegiri setelah melakukan penanganan pertama. Namun pukul 17.15 wib, Choirul Huda dikabarkan meninggal dunia. (Vit)

LEAVE A REPLY