Tidak Berijin, Kantor Mitra Ternak Ayam Broiler Terancam Ditutup

Tidak Berijin, Kantor Mitra Ternak Ayam Broiler Terancam Ditutup

88
0
BERBAGI
Lamongan (M. Sindoraya) – Salah satu kantor unit kemitraan bidang peternakan ayam Broiler bernama PT. Tumbuh Optimal Prima (TOP), yang berada di jalan Bojonegoro tepatnya di Perumahan Babat Permai, terancam ditutup. Pasalnya, kantor unit yang sudah beroperasi di wilayah Kabupaten Lamongan tersebut ternyata belum mengantongi perijinan. Bahkan, kantor tersebut sudah nekat menjalin kemitraan dengan sejumlah peternak di wilayah Lamongan sebagai perusaahaan pembiayaan ternak.
Salah satu staf bagian administrasi kantor unit PT. Top, Anitia, mengatakan, jika kantor unit tempatnya bekerja itu memiliki kantor induk di Surabaya.
“Kantor ini sudah berdiri sejak 3 bulan yang lalu disini. Dan kami sudah kerja sama dengan 15 peternak, di antaranya dari kecamatan Kedungpring, Sugio, Babat, Modo dan Pucuk. Kalau soal perijinan saya gak tahu, karena yang ngurus semuanya dari kantor pusat di Surabaya,” terangnya saat di temui Sindoraya di kantor unitnya, Selasa (24/10).
Dikatakan Anitia, “Hingga saat ini, kira-kira ada sekitar 60 ribu ekor ayam yang kami tanganni. Cuma panennya gak bareng. Kalau ada daerah yang siap panen ya langsung di panen,” lanjutnya.
Ditanya persoalan apa saja yang banyak timbul selama menjalin kerja sama dengan peternak, dirinya menjelaskan, “Selama ini gak ada kendala dengan peternak. Paling hanya komplain pengiriman pakan telat itu saja. Tapi kalau soal masalah kontrak kerja belum pernah ada masalah. Hal itu juga sebelumnya sudah kami sampaikan kepada para peternak, jika ada suatu persoalan terkait kerjasama, silahkan datang ke kantor dan dibicarakan. Tapi kalau masih gak ada keputusan ya kembalikan uangnya,” ujarnya
Pernyataan tersebut, nampaknya bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh Kepala unit PT. TOP Lamongan, Ardian, saat di konfirmasi Sindoraya lewat sambungan cellularnya. Rabu (25/10). Salah satunya yakni terkait keberadaan alamat kantor induk PT. TOP. Jika sebelumnya staf administrasi mengatakan di Surabaya, namun justru Kepala Unit mengatakan berbeda.
“Kami baru 2 bulan di Lamongan dan sudah menanganni sekitar 50 peternak, tapi saya lupa di daerah mana saja. Kalau ijin kantor kayaknya sudah di urus semua oleh kantor pusat. Kantornya ada di Krian Sidoharjo,” ujarnya
Ditempat lain, Staf Kantor Perijinan dan Penanaman Modal Kabupaten Lamongan, Sapto, yang membidangi terkait perijinan, menjelaskan, “Dimanapun perusahaan selama masih berdiri di Republik Indonesia harus ada perijinannya. Jika itu perusahaan cabang atau unit dan masuk di daerah lain juga ada prosedurnya dengan konfirmasi ke kantor Perijinan setempat, saat itu mereka harus menunjukkan siup kantor induknya. Selanjutnya jika ada, kami akan memberikan legalisasi siup. Demikian juga untuk bangunan kantor, walaupun kontrak atau milik sendiri, juga harus tetap menunjukkan IMB nya,” terang Sapto
“Terkait hal ini, tadi kami sudah kroscek atas nama PT. Tumbuh Optimal Prima yang beralamat kantor di jalan Bojonegoro tepatnya di Perumahan Babat Permai, ternyata memang tidak ada dalam data legalisasi kami. Jadi sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku di Kabupaten Lamongan, hal ini akan kami sampaikan kepada Satpol PP agar kantor unit itu diberikan sanksi. Nanti sanksinya biar Satpol PP yang menentukan,” imbuhnya
Sementara itu, kasi Operasi Dan Pengendalian Satpol PP, Bambang Yustiono menegaskan, akan menutup perusahaan yang tidak mematuhi Peraturan daerah terkait perijinan. “Kami tunggu laporan, jika terbukti melanggar peraturan perijinan, akan kami tutup kantor itu secara Legal,” tegasnya. Rabu (25/10).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perusahaan kemitraan ayam Broiler dengan nama PT. Tumbuh Optimal Prima (TOP), merupakan perusahaan pembiayaan peternak ayam Broiler atau ayam potong. Perusahaan ini membuka beberapa kantor unit  di Jawa Timur salah satunya di Kabupaten Lamongan. Bentuk kerjasama yang ditawarkan kepada peternak yakni system pembiayaan ayam hingga makanannya. Sementara peternak hanya menyediakan kandang dan pekerja untuk merawat ayam-ayam itu. Jika ayam-ayam sudah dipanen, maka kedua pihak akan menerima rupiah hasil dari penjualan ayam-ayam tersebut sesuai dengan kesepakatan. (Vit)

LEAVE A REPLY