WASPADAI PROYEK “SILUMAN “ JASMAS OKNUM DPRD BANYUWANGGI

WASPADAI PROYEK “SILUMAN “ JASMAS OKNUM DPRD BANYUWANGGI

127
0
BERBAGI

PROYEK ‘SILUMAN’ JASMAS ANGGOTA DPRD BANYUWANGI.

BANYUWANGI, (M Sindoraya.com)

Proyek penahan bahu jalan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyuwangi di wilayah Rt 6 Rw 3 dusun Kedungdandang, Kecamatan Muncar
tampaknya menjadi sorotan warga, karena kualitas pengerjaannya kurang bagus dan diduga menggunakan pasir campur tanah.

Proyek yang dibiayai daerah atau negara itu, menurut informasi Hasyim kaur pemerintah pemdes Tapanrejo adalah program JASMAS Hasanudin, salah seorang anggota DPRD Banyuwangi dapil 3 dari fraksi partai PPP. Dan pihak kontraktor sama sekali tidak memberitahu pemerintah desa tentang dimulainya proyek itu. ( kamis,30-11-2017)

Fakta di lapangan pihak CV pelaksana tidak memasang papan proyek dan pengerjaannya tidak sesuai standar dan terkesan asal-asalan. Karena sudah ada pasangan batu yang ambruk dibeberapa titik.

Hasanudin saat dikonfirmasi sindoraya.com terkesan enggan menjawab dan meminta media konfirmasi langsung ke dinas PU Bina Marga kabupaten Banyuwangi. Padahal menurut Heri (44) salah seorang tukang batu yang melaksanakan proyek itu Hasanudin tahu bahwa pihak CV tidak memasang papan proyek sejak proyek itu digarap.

” Saya hanya buruh harian, mas. Saya mengerjakan apa yang diperintah saja,” ucap Heri saat dikonfirmasi sindoraya.com perihal mutu garapan proyek.(kamis 30-11-2017)
Lebih lanjut Heri mengatakan tidak tahu nama CV pelaksana proyek kontraktual dinas PU Bina Marga Banyuwangi itu.

Sementara Mujiono selaku kadis PU Bina Marga kabupaten Banyuwangi sewaktu dikonfirmasi via seluler menyatakan akan mengecek nama CV pelaksana proyek Jasmas itu berdasar alamat yang dikonfirmasi sindoraya.com.

Ngatini (42) warga Rt 6 Rw 3 dusun Kedungdandang mengatakan bahwa proyek tersebut belum lama dikerjakan.
” Nembe (barusan, red) kok mas,” ucap Ngatini saat dijumpai sindoraya.com diteras rumahnya yang berdekatan dengan proyek. ( jum’at 1-12-2017)
Lebih lanjut Ngatini menjlentrehkan bahwa sebagian warga ragu dengan mutu plengseng penahan bahu jalan itu. Pasalnya sudah ada yang ambruk ketika hujan deras beberapa waktu kemarin.

Sesuai hasil pantauan sindoraya.com di lapangan, memang tampak ada perbaikan yang asal tambal di plengseng yang ambruk. Pun di titik yang ambrol terlihat jelas kurangnya semen dan bebatuan plengseng itu. Namun yang paling memprihatinkan adalah masih nakal nya pihak kontraktor meremehkan UU Keterbukaan Informasi Publik yang notabene nya adalah produk hukum para legislator yang hingga saat ini masih punya jatah proyek JASMAS. ( R2R )

LEAVE A REPLY