Pamerkan Hasil Pembelajaran Service Learning, 3 Kampung di Surabaya Berupa Stand...

Pamerkan Hasil Pembelajaran Service Learning, 3 Kampung di Surabaya Berupa Stand Bazar Portable

48
0
BERBAGI

 

Surabaya (M.Sndoraya) – Pembelajaran Service Learning terus diterapkan di Universitas Kristen Petra (UK Petra). Hasil pembelajaran ini dapat dilihat dalam pameran karya mahasiswa bertajuk “Buy Local, Shop Local” pada tanggal 6-8 Desember 2017 mulai pukul 10.00 WIB di selasar gedung P lantai 1 kampus UK Petra, Surabaya. Gelaran ini merupakan bagian dari proyek mata kuliah Desain Produk Interior III (DPI III) yang merupakan mata kuliah pilihan dalam Program Studi Desain Interior UK Petra.

Para mahasiswa melibatkan tiga kampung unggulan Surabaya sebagai pengguna desain yaitu kampung kue di Penjaringan, kampung bordir di Kedung Baruk dan kampung kerupuk di Gunung Anyar Tambak. “Dalam mata kuliah ini, mahasiswa dibimbing tidak hanya untuk memahami desain produk interior dalam ruang komersial saja akan tetapi harus mampu mempraktekkan fungsi dan terapannya dalam masyarakat. Jadi mahasiswa dituntut untuk dapat mendesain stand atau perabot yang dapat digunakan komunitas untuk berjualan secara temporary”, ungkap Grace Mulyono S,Sn., M.T. selaku dosen sekaligus koordinator pameran DPI III ini. Tercatat akan ada empat karya perabot atau stand bazar dan 28 karya dalam bentuk maket dengan skala 1:5 (produk interior retail) yang dipamerkan. Sebelum menghasilkan karya ini, para mahasiswa harus melalui survey dan evaluasi terlebih dahulu. Awalnya para mahasiswa diminta untuk survey ke tiga komunitas tersebut untuk memetakan permasalahan yang terjadi. Ternyata para komunitas ini membutuhkan stand untuk menaruh barang dagangannya di tiap bazar akan tetapi mereka ada yang menggunakan sepeda motor. Jadi mereka diminta membuat stand bazar yang portable dan mudah dibawa. Desain produk yang dipamerkan ini sudah melalui proses tahapan evaluasi baik dari dosen maupun para penggunanya. Misalnya seperti komunitas krupuk di Gunung Anyar Tambak yang hanya mempunyai transportasi sepeda motor untuk produknya maka para mahasiswa membuat standnya menggunakan pipa-pipa yang jika dipasang mencapai tinggi 1,5 meter sedangkan jika tidak dipasang tingginya hanya 60 centimeter saja.

Mahasiswa semester 5 sejumlah 28 anak ini dibagi menjadi tiga kelompok dan menghasilkan empat karya perabot. Selama tiga hari lamanya mereka akan memamerkan hasil karyanya untuk kemudian di nilai oleh dosen dan mendapatkan masukan dari para komunitas. “Kami akan melihat beberapa hal dalam menilai karya mahasiswa salah satunya apakah karya ini bisa di bawa ke pameran bazar yang umumnya berukuran 2 meter x 1,5 meter dan fungsional sesuai kebutuhan”, tutup Grace. (nawi)

LEAVE A REPLY