Harga Beras Merangkak Naik, Tanaman Padi Petani Dimakan Tikus.

Harga Beras Merangkak Naik, Tanaman Padi Petani Dimakan Tikus.

58
0
BERBAGI
.

 

Lamongan ( M.SindoRaya ) – Awal tahun 2018 masyarakat lamongan dihadapkan pada harga beras melambung tinggi dan area pertanian lamongan masih diserang oleh tikus.

Harga beras di tempat penggilingan padi yang ada di lamongan melepas harga ke pengecer untuk kelas biasa Rp. 9.000,- kelas menengah Rp. 10.000,- , belum harga pengecernya ada kenaikan 10% an ke konsumen, diungkapkan Rokim, warga dusun mengkuli desa mangkujajar kecamatan kembangbahu. Saptu, 05/01/18.

Rokim pemilik warung kopi dan UD ditempatnya mengatakan ke wartawan sindoraya, ” saya kasian sama tetangga sekitar, kebetulan saya memiliki stok gabah kering yang kemudian saya proses menjadi beras dan saya jual ke masyarakat sekitar dengan harga seperti penggilingan padi menerima dari petani yang menjual berasnya dengan harga Rp. 9.000,-“.

“Masyarakat sekitar yang tidak memiliki stok gabah lagi dibulan seperti ini ( paceklek ) banyak yang kesusahan memenuhi kebutuhan sehari – hari, hal tersebut yang melatar belakangi saya tetap menjual harga beras ke tetangga sekitar dengan harga yang sama dengan pengepul beras dari petani yang masih memiliki simpanan gabah kering”, ungkap Rokim kepada wartawan sindoraya.

Rokim yang dikenal dengan panggilan coleng oleh masyarakat sekitar juga menambahkan adanya keresahan warga hampir rata di wilayah kecamatan kembangbahu serangan hama tikus yang jumlahnya meresahkan petani kembangbahu, informasi tersebut ( wabah tikus) didapatkan melalui cerita – cerita diwarung kopi daerah kembangbahu yang sering membicarakan soal tikus merusak tanaman padi petani.

Sutrisno warga dusun mojomanis desa lopang membenarkan adanya kenaikan harga beras konsumsi yang seperti disampaikan oleh Rokim. Sabtu, 06/01/18.

Senada, Endar warga dusun tronglonggong desa sumber agung menuturkan kepada wartawan sindoraya, ” petani di yang ada didesa kami satu bulanan lewat dibuat susah dengan adanya tikus yang jumlahnya tidak wajar diarea pertanian”. ( 06/01/18).

Harapnya,” ada perhatian dari pemerintah daerah lamongan baik waktu dekat maupun antisipasi kondisi gagal panen”.

Menurut endar mantan pegawai teknisi mesin ATM BRI, ” sampai detik ini desa kami belum ada perhatian soal serangan tikus yang meresahkan petani desa sumberagung, kewatirnya tikus – tikus tersebut juga akan menyerang padi yang sudah berbuah di kemudian hari”.

Mata pencarian sebagai petani hampir sebagian besar menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kami, kalau hasil panen nanti terganggu adanya wabah tikus dampaknya akan mengganggu sektor kehidupan lain, pungkasnya. ( had)

 

LEAVE A REPLY