PLN Lamongan, NAKALAN

PLN Lamongan, NAKALAN

165
0
BERBAGI
.

Lamongan ( M.Sindoraya ) – Beberapa warga kecamatan kembangbahu mengeluhkan sikap management PLN Lamongan.

Kasus meteran listrik yang mengalami gangguan fungsi akibat umur meteran (berkarat) dan pengaruh bukan kesengajaan pelanggan.

Hal ini dialami edy dan sokip warga kecamatan kembangbahu mendapat panggilan dari pihak management PLN lamongan, harus melunasi dengan jumlah lain, padahal tiap bulan rutin membayar.

” Harus menyiapkan biaya dadakan sebesar Rp. 3.500.000,- pertengahan tahun 2017 setelah diperiksa petugas PLN lamongan meterennya dibuat sarang semut dan mengganggu fungsi membaca KWH yang terpakai sehingga ada pemakaian KWH tidak sama antara yang tertera di meteran dengan data yang dikeluarka di alat baca pemakaian KWH di kantor PLN lamongan”, Jelas Sokip kepada wartawan Media Sindoraya, jum’at, 05/ 01/17.

Keluhnya,” saat itu saya juga harus bantu biaya persiapan pernikahan adik saya dan diancam kalau tidak segera dilunasi akan diputus arus listrik kerumah saya oleh pihak PLN Lamongan. Jelas membuat saya waktu itu bingung karena keduanya ( biaya pernikahan adik dan listrik rumah ) sama pentingnya bagi saya”, pungkas bapak 3 anak ini.

Senada bedah waktu, Edi Santoso warga dusun lembeyan desa doyomulyo kecamatan kembangbahu, mengalami nasib sama namun bedah penyebab ( meterannya berkarat karena umur).

Edy yang baru terkena PHK dari kerjanya dapat kabar dari pihak pencatat meteren kalau meteren listriknya harus diganti karena berkarat ( tidak normal), (11/17 )

Menurut edy, “pihak PLN meminta tandatangan kesanggupan untuk bayar Rp. 713.000,- dalam waktu dua minggu, akibat kwh antara yang tertera dimeteran listrik rumah dengan laporan baca kwh yang ada dikantor PLN Lamongan berbeda”.(11/17)

“Nyatanya sebagaimana saya diminta melunasi dua minggu selanjutnya, hanya ada dana Rp. 500.000,- yang bisa saya sampaikan ke pihak PLN lamongan namun ditolak”, terang edy menceritakan kronologi kejadiannya, (11/17).

Imbunya, “ada telpon dari no 0322. 313292 mengatas namakan PLN lamongan (14.14 wib) meinformasikan dalam 2 hari ada pemutusan bila tidak ada pelunasan sejumlah Rp. 713.000,-“, (19/12/17)

Pihak management PLN Lamongan dikonfirmasi oleh wartawan sindo raya dan duta harian selama 3 kali ( selama 10 hari) saling lempar dengan alasan tidak berani memberikan keterangan bukan kewenangan bawahan, pimpinan PLN lamongan sulit dikonfirmasi bahkan bawahan tidak berani memberikan nomer seluler pimpinan (pln) kepada media.

“Sampai berita ini ditulis pimpinan PLN lamongan tidak dapat dikonfirmasi”, 06/01/17. ( had).

 

 

 

LEAVE A REPLY