BUPATI SIDOARJO RESMIKAN KALI MATI SEBAGAI AIR BAKU PDAM

BUPATI SIDOARJO RESMIKAN KALI MATI SEBAGAI AIR BAKU PDAM

25
0
BERBAGI
.

Sidoarjo ( M Sindoraya ) – Sungai Kali Mati di Kecamatan Tarik akan dimanfaatkan sebagai air baku PDAM Sidoarjo. PDAM Kabupaten Mojokerto juga akan memanfaatkan Sungai Kali Mati tersebut. Pasalnya sebagian sungai itu berada Kabupaten Mojokerto. Nantinya akan dibangun Long Storage atau  bangunan penahan air di sungai sepanjang kurang lebih 5 km tersebut. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas akan membangun Long Storage Kali Mati dengan 3 kolam tampungan. Tiap kolam akan dibangun spillway atau pintu pengatur air. Lebar Long Storage 100 meter.

Pagi tadi, dilakukan Sosialisasi Pembangunan Long Storage Kali Mati di sempadan sungai Kali Mati yang berada di Desa Tarik Kidul Kecamatan Tarik, Rabu, (10/1). Kepala desa terkait wilayah sungai Kali Mati diundang dalam sosialisasi tersebut. Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum serta Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan dan Kepala BBWS Brantas Fauzi Idris hadir dalam kegiatan tersebut.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan kebutuhan air baku PDAM Kabupaten Sidoarjo tiap tahunnya semakin meningkat. Hal tersebut dikarenakan semakin bertambahnya jumlah penduduk Sidoarjo. Dengan akan dibangunnya Long Storage Kali Mati, kebutuhan air baku air minum PDA Delta Tirta Sidoarjo dapat terpenuhi. Untuk itu ia ucapkan terimaksih kepada pihak-pihak terkait atas difungsikannya sungai Kali Mati sebagai kolam tampung bahan baku air PDAM.

Dalam kesempatan tersebut ia meminta semua pihak mendukung terlaksananya pembangunan Long Storage Kali Mati. Seluruh masyarakat Sidoarjo khususnya yang berada di sepanjang sungai Kali Mati dapat mendukung sepenuhnya pembangunannya. Dengan begitu pembangunannya akan cepat terealisasi dengan baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat berharap agar pelaksanaan program pembangunan Long Storage Kali Mati ini dapat secepatnya terealisasi dengan baik, lancar dan sukses,”ujarnya.

Kepala BBWS Brantas Fauzi Idris mengatakan sumber air baku air minum di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto sangat langka. Pasalnya dua wilayah tersebut tidak mempunyai sumber-sumber air seperti sumber air pegunungan. Dengan upaya pembangunan Long Storage Kali Mati tersebut diharapkannnya kebutuhan air baku air minum dapat terpenuhi. Ia katakan Long Storage Kali Mati akan dapat menampung air sebanyak 1,6 juta meter kubik. Sumber airnya didapat dari sungai Brantas dengan box culver saluran tertutup. Nantinya diujung Long Storage Kali Mati akan dibuatkan rumah pompa untuk PDAM Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto.

Fauzi Idris mengatakan penandatanganan proyek pekerjaan pembangunan Long Storage Kali Mati sudah dimulai tahun 2017 lalu. Pelaksana pembangunannya PT. Nindya Jaya. Ia katakan proyek pengerjaannya direncanakan selama 3 tahun. Dimulai bulan Oktober tahun 2017 dan selesai bulan Desember tahun 2019. Ia berharap semua  dapat mendukung serta memantau dan mengawasi agar pelaksanaan pembangunannya dapat tepat waktu, tepat mutu dan tepat fungsi. ( kominfo/ ud )

LEAVE A REPLY